LENTERA BIRU
BERBAGI BUAT SESAMA
Senin, 05 Juli 2010
renungan buat sesama
SahabatQ , terkadang kematian hanya lekat dengan pikiran orang-orang yang telah senja. Seringkali ingatan tentang kematian teramat jarang singgah dalam kesibukan bahkan dalam waktu luang kita sekalipun. Kita lihat mesjid-mesjid yang shafnya hanya berisi para renta. Seringkali mati hanya milik mereka, dia, si anu, si fulan, bukan kita. Hingga kita tak sempat mengingat bekal untuk sebuah fase yang pasti kita alami. Banyak sekali dari kita yang berhitung untuk berbekal. Berbekal untuk masa depan anak dengan banyak asuransi, untuk liburan beberapa hari bersama keluarga, untuk menikah, untuk masa pensiun yang terhitung beberapa tahun. Dan dengan hati lapang, kita mengabaikan sebenar-benar bekalan. Bekal untuk perjalanan jauh dan tak berhingga. Bekal untuk ‘titik awal kehidupan’ yang sudah absolute kita tapaki. Menantu Rasulullah, Ali ra, menyebutkan bahwa bekal yang paling baik manusia agar selamat di akhirat adalah taqwa. Bekal inilah yang tidak mudah kita ingat.
Mendengar kekhawatiran orang tua kita tentang bekalannya, lantas saya teringat senandung kecemasan, yang dibawakan Jalaluddin Rahmat berikut ini :
Ya Rabb, siapa gerangan yang nasibnya lebih buruk dari kami.
Jika dalam keadaan seperti ini, kami dipindahkan ke dalam kubur.
Kami belum menyiapkan pembaringan kami.
Kami belum menghamparkan amal shaleh untuk tikar kami.
Bagaimana kami tidak menangis.
Sedangkan kami tidak tahu akhir perjalanan kami.
Nafsu selalu menipu kami dan hari-hari melengahkan kami.
Padahal maut telah mengepak-ngepakkan sayapnya diatas kepala kami.
Akhirnya, Sahabat, tak ada salahnya dalam sujud-sujud kita, dalam untaian
doa-doa kita, dalam tengadah jemari kita, sebuah permintaan ditambahkan.
Sebuah pinta untuk seseorang yang telah mencinta kita dengan nafasnya..”
Rabbii… berikan untuk Ibunda beserta Ayahanda, sebuah husnul khatimah”.
Amin ya Rabb......
Senin, 17 Mei 2010
the fantasy dream of children
Waktu qta kecil dan duduk dibangku tk, ibu guru bertanya siapa diantara kalian yang ingin jadi pilot? Semua angkat tangan, siapa yang ingin jadi dokter? Semua angkat tangan, dan siapa yang ingin jadi insinyur? Semuapun angkat tangan seolah semua cita2 “fantasy dream of children” tidak satupun yang boleh gagal dan semuanya harus qta gapai
Ini bukan waktunya untuk menjadi pecundang kembalilah pada diri sendiri, mau jadi apa diri qta kembalikan ke personality. Waktu qta duduk dibangku tk, ibu guru mengajarkan lagu “pelangi dilangit yang biru”, pelangi ciptaan TUHAN yang indah dengan tujuh warna yang dimilikinya. Dua belas tahun kemudian qta semua tahu dengan reaksi kimia jika masing2 warna dicampur dengan warna lain dengan dosis tertentu akan menjadi warna lain, dan begitu seterusnya sehingga qtapun faham ternyata didunia ini terdapat jutaan bahkan bisa milyaran warna yang bisa dihasilkan hanya oleh persenyawaan empat warna dasar. Disinilah perbedaannya dunia sikecil, dunia penuh warna, terindah, penuh fantasy, penuh dengan dream’s, dua belas tahun kemudian warna tersebut menjelma menjadi jutaan bahkan milyaran dan sanggup membuyarkan dream’s tersebut. Apa yang harus qta perbuat? Hanya konsep yang harus diubah, ibu guru tk mengatakan “gantungkan cita2mu setinggi langit”, dua belas tahun kemudian qta harus ganti “gantunglah diatas sayap2 malaikat, paling tidak klu jatuh masih nyangkut di awan dan terbang lagi”.
Kamis, 06 Mei 2010
buang semua alasan gagal

Keberhasilan seseorang didasarkan dari bagaimana orang itu berpikir mengenai dirinya. Jika ia berpikir mampu untuk berhasil maka keberhasilan akan diraihnya. Namun jika ia berpikir bahwa ia tidak akan mungkin berhasil, maka keberhasilan akan menjauh darinya. Pikiran optimis akan menjadikan pribadi seseorang makin percaya diri dengan apa yang dilakukannya. Sedangkan pikiran pesimis akan berlaku sebaliknya. Jangankan untuk melakukan sesuatu, hanya sekedar memikirkan idenya saja ia akan merasa bahwa apapun yang dilakukan tidak akan berhasil.
MULAILAH SEKARANG JUGA!
Rabu, 05 Mei 2010
kita semua bisa
Pertama Anda harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan
seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda
Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda. Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?
Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan.
Jika orang melihat Anda berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu Anda; dorongan itu menambah rasa percaya diri Anda. Dorongan itu memotivasi Anda
Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Anda, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Anda berlatih untuk berjalan. Anda tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Anda untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Anda belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.
Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.
Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.
Jika Anda sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Anda membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup Anda yang telah lewat – Lihatlah prestasi Anda, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana Anda bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat anda menghadapi permasalahan yang sedang anda hadapi.
Fokus pada semua hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati anda. Mereka tidak pernah menyerah. Dan mereka yakin serta percaya terhadap anda, bahwa anda mampu dan bisa. Mereka percaya di dalam semua kehidupan Anda!
Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda Bahwa Anda pasti bisa.
“Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini!
bersyukurlah......
Rabu, 28 April 2010
sebuah harapan
melakukan perjalanan ke puncak membutuhkan pengorbanan.
sedangkan pengorbanan tersebut adalah merupakan petualangan yang indah, seindah puncak itu sendiri.
ketika sedang ditengah perjalan dan lo mundur, maka tangga tersebut akan mengalami patahan dan menyebabkannya terburai, dan lo akan dihadapkan dua pilihan :
mencari anak tangga yang baru yang pasti akan menyita waktu lo, atw menjadi juara harapan.
salam bravo!